dzulhijah-cropBulan dzulhijah, sebagaimana bulan ramadhan memiliki beberapa keutamaan didalamnya. Rasulullah SAW telah bersabda ” Dua bulan untuk hari raya tidak berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijah ( H.R.Muslim ). Begitu pula pada hari pertama pada bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar. Disebutkan dalam al-Quran: “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS al-Fajr [89]: 1-2). Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna yang dimaksud dari “dan demi malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama, yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 8/390). Oleh karenanya, ada beberapa amalan sunnah yang dapat kita lakukan dalam mengagungkan bulan dzulhijah ini, diantaranya

Melaksanakan Ibadah Haji ke Baitullah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain sabda Nabi `: “Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan surga.” (HR Malik, al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, al-Nasâi dan Ibnu Majah, lihat Shahih al-Targhîb, no. 1096. )

  • Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah ` ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Jihad di jalan Allah’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Haji yang mabrur.’” (HR al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih al-Targhîb wa al-Tarhîb oleh al-Albani 3/3 hadits no. 1093). 

Allah SWT berfirman:

  • Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imrân [3]: 97).

Dari Ibnu ‘Umar , Nabi ` bersabda :

  • Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16).

Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya.

Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah

Melaksanakan puasa sunnah pada hari permulaan bulan dzulhijah  merupakan amalan yang sangat dianjurkan terlebih yang utama adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Waktu-waktu disunnahkan untuk berpuasa adalah pada awal Dzulhijjah selain pada hari Nahr (‘Idul Adha). Karena hari Nahr tersebut adalah hari raya, maka kita diharamkan untuk berpuasa. Sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah dan hari-hari sebelumnya (1-9 Dzulhijjah) disyari’atkan untuk berpuasa.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, diantaranya :

  • Hadits dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi mengatakan: “Rasulullah ` biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR Abu Dawud no. 2437)
  • Hadits Abu Qatadah, Nabi bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim no. 1162)

Memperbanyak Dzikir ( Takbir, Tahmid dan Tahlil)

Sebagaimana firman Allah: “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. (QS al-Hajj [22]: 28). Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbseanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar. Dzikir (takbir, tahmid dan tahlil) bersifat muqayyad (terikat waktu -10 Dzulhijjah dan 3 hari tasyriq).

Sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah: “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid“. (HR Ahmad). Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan: Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Ilallâh, wa-Allâhu Akbar, Allâhu Akbar wa Lillâhil Hamdu.

Melaksanakan Shalat ‘Idul Adha

Berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyah, bahwa kaum Muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim, dianjurkan untuk berangkat shalat ‘Id.  Dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata: “Nabi memerintahkan kepada kami pada saat shalat îd (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.“ (HR Muslim no. 890).

Melaksanakan Penyembelihan Qurban

Ajaran berqurban merupakan warisan syari’at dari Khalilullâh Ibrahim yang dilestarikan hingga saat ini dan berqurban juga telah Allâh abadikan dalam firman-Nya dan juga telah menjadi syari’at Nabi Muhammad.

Berdasarkan dalil dari al-Qur’an surat al-Hajj [22]: 36-37 dan surat al-Kautsar ayat 1-3: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.” (QS al-Kautsar [108]: 1-3)

Banyak Beramal Shalih

Berupa ibadah sunnah seperti shalat, sedekah, jihad, membaca al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar, silaturrahim dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

Wallahu a’lam 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s